Industri
di dalam sebuah negara adalah “Barometer” kemajuan sebuah negara. Kalau
industrinya lemah maka lemahlah negara tersebut di mata internasional.
Dan sebaliknya kalau industrinya maju maka Reting dari negara/
bangsa juga akan meningkat di mata Internasional. Sehingga eksistensi dan
kemajuan negara sangat bergantung kepada partisipasi dunia industri. Selain itu
reformasi menuju tatanan masyarakat industri baru akan menentukan langkah
selanjutnya kemana negara ini. Oleh karena itu perubahan mendasar di bidang
kehidupan nyata, sangat diperlukan. Baik dalam profesionalitas SDM atau juga
yang lain. Tapi paling tidak kesemuanya ini adalah sebuah sistem yang saling
terkait. Baik itu dalam sistem pendidikan, politik, maupun sosial
budayanya. Akan tetapi hal ini tidak mudah untuk di wujudkan ketika
industriawan yang ada di indonesia tidak mampu untuk melakukan manufer-manufer
baru yang dapat menjadikan dirinya sebagai Industriawan sejati.
Mahasiswa
dengan sederetan kiasan romantis (Student Movemen, agent of social
control, agen of change, exc), belum menemukan bentuk atau format yang
ideal dalam sebuah gerakan untuk menetukan mau kemana bangsa indonesia
selanjutnya. Sehingga banyak mahasiswa yang menaruhkan
idealismenya. Tetapi paling tidak dari semua gerakan itu dapat
mempengaruhi kebijakan pemerintah baik itu dari kediktatoran atau monopoli
kekuasaan. Sehingga problematika yang sedang di hadapi oleh pemerintah ataupun
masyarakat dapat terselesaikan dengan lambat laun.
Selain
Itu Konsolidasi politk yang transparan antara gerakan mahasiswa dengan
pemerintah yang tersistemik adalah PELUANG baik gerakan mahasiswa. Karena hal
inilah moment untuk mematahkan opini buruk tentang Mahasiswa. Kemudian negoisasi dan bergening dari
gerakan Mahasiswa yang selalu terkontrol dan terkendali akan berimplikasi
positif terhadap cita-cita gerakan mahasiswa. Sehingga pengaruhnya disini akan
terlihat, dengan menunjukkan Idelaisme mahasiswa/gerakan yang selalu
menyelesaikan masalah dengan cara diplomatis.
Dalam
situasi yang kritis seperti negara kita ini, pastinya dan sebuah pengharapan
dari gerakan mahasiswa untuk dapat didukung dari semua komponen masyarakat.
Sehingga cita-cita kemerdekaan dapat terwujud dengan segera. Oleh kerena itu
guna untuk mempersiapkan kader-kader yang berkualitas, yang mampu mencapai
cita-cita maka penempahannya harus di lakukan dengan sedini mungkin. Sehingga
Indonesia tidak lagi kekurangan tenaga kerja di sektor industri. Dan inilah
yang menjadi salah satu pertimbangan bagi mahasiswa yang bernaung di bawah
Departemen Perindustrian Dan Perdagangan, untuk mendirikan sebuah organisasi
yang menaungi semua Lembaga Mahasiswa di institusi dalam naungan Departemen
Perindustrian dan Perdagangan. FKLMPPI (Forum Kerjasama Lembaga Mahasiswa
Perdidustrian dan Perdagangan Indonesia) adalah nama organisasi tersebut.
Pada
tanggal 26 – 27 Desember 1997 bertempat dikampus Akademi Teknologi Kulit
Yogyakarta telah berkumpul lembaga-lembaga Mahasiswa perguruan tinggi yang berada
di bawah Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI se–Indonesia. Dengan
didasari oleh iktikat baik dari masing-masing Lembaga Mahasiswa Perguruan
Tinggi di bawah Departemen Perindutrian dan Perdagangan RI, maka tercetuslah
sebuah keinginan bersama untuk membentuk suatu wadah yang menampung seluruh
aspirasi mahasiswa/mahasiswi perguruan tinggi Departemen Perindustrian dan
Perdagangan RI.
Dengan
keinginan luhur tersebut, maka telah diputuskan bersama untuk membentuk sebuah
himpunan Lembaga Mahasiswa perguruan tinggi Departemen Perindustrian dan
Perdagangan RI, dengan nama Forum Kerjasama Lembaga Mahasiswa Perindustrian dan
Perdagangan Indonesia yang disingkat dengan FKLMPPI
RSS Feed
Twitter
0 komentar:
Posting Komentar